Setiap orang tua tentu memiliki gayanya masing-masing dalam mendidik anak, termasuk dalam kebijakan pemberian uang saku. Normalnya, pemberian uang saku yang baik disesuaikan dengan umur dan kebutuhan dari si anak. Tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini dengan segala perkembangan zaman dan teknologi, kebutuhan anak-anak sudah berbeda dan lebih kompleks. Kalau dulu, mungkin kebutuhan akan uang jajan hanya digunakan untuk transportasi dan makan. Namun anak-anak saat ini memiliki kebutuhan yang tidak kalah pentingnya seperti pulsa atau paket internet, langganan aplikasi online, dan lainnya. Dengan terus bekembangnya kebutuhan anak-anak, peran orang tua dalam mendidik anak mengelola uang saku menjadi lebih penting. Hal tersebut perlu dilakukan agar anak dapat lebih menghargai uang dan jauh dari gaya hidup konsumtif.

 

Uang saku harian cocok diberikan untuk anak yang baru diberikan tanggung jawab dalam mengatur uang sakunya sendiri, seperti anak-anak pada usia Sekolah Dasar. Dalam memberikan uang saku harian harus disesuaikan dengan kebutuhan anak, seperti ongkos transportasi dan makan. Meskipun akan diberikan setiap hari, pastikan anda memberikan pengertian bahwa uang tersebut tidak harus dihabiskan dalam sehari dan anak juga harus bisa menabung jika ada sisa uang. Seiring dengan bertambahnya umur, anda dapat meningkatkan jumlah nominal uang saku harian. Memberikan uang saku harian mengajarkan untuk disiplin dengan tidak melakukan pengeluaran melebihi jatah yang diberikan per hari. Sehingga anak tidak mengeluarkan uang untuk hal yang dirasa tidak penting. Hal ini juga menjaga anak dari membeli jajanan yang tidak sehat.

 

Ketika anak sudah menginjak SMP atau SMA dan anak sudah mulai terbiasa mengatur pengeluarannya, orang tua bisa mulai beralih memberikan uang saku per bulan. Dengan sistem uang saku per bulan, para orang tua bisa mengajarkan penganggaran keuangan kepada anak. Sehingga anak bisa menentukan berapa jumlah uang yang akan dipakai untuk kebutuhan sehari-hari dan berapa yang akan ditabung. Sistem uang saku per bulan dapat mengajarkan anak untuk bertindak bijaksana jika menginginkan suatu hal dengan menabung untuk mendapatkan hal tersebut. Terdapat beberapa nilai positif yang dapat diajarkan kepada anak dengan sistem uang saku bulanan. Pertama, anak menjadi lebih selektif dalam mengeluarkan uangnya. Mereka akan mulai belajar mana hal-hal yang prioritas dan sekedar ingin. Kedua, anak juga akan terhindar dari gaya hidup konsumtif. Dan yang ketiga, anak akan belajar untuk menghargai nilai sebuah uang dan cara mendapatkannya.

 

Kebijakan pemberian uang saku secara harian atau bulanan tentu menjadi pilihan masing-masing orang tua yang pastinya harus sesuai dengan keadaan dan kebutuhan si anak. Meskipun anak mulai diajarkan untuk mengelola uang jajannya sendiri, orang tua tidak bisa langsung lepas tangan. Orang tua tetap perlu melakukan pengecekan secara berkala mengenai pengeluaran si anak, misalnya dengan menanyakan jumlah uang tabungan yang dimilikinya setiap minggu atau setiap bulan.